27 Mei 2013

REPUBLIKA.CO.ID, WAYKANAN -- Titik tumpu pendidikan anak adalah orang tua dan bukan semata-mata guru di sekolah. Sehingga, orang tua jangan melepaskan pendidikan anak sepenuhnya ke sekolah.
"Orang tua harus berperan aktif terhadap pendidikan anak. Ini mengingat waktu untuk memberikan pendidikan oleh guru di sekolah sedikit dan lebih banyak di rumah,'' kata pegiat Komunitas Dongeng Dakocan Lampung, Iin Mutmainah, pada "Workshop Pembuatan Modul Parenting Skills" di aula Pemkab Waykanan, Blambanganumpu, Kamis.
Untuk mencapai pendidikan bagi anak secara utuh, orang tua harus mempunyai kemampuan mengasuh anak yang baik.
"Persoalan itu sangat mendasar,'' katanya. ''Karena secara persentase, guru mendidik anak hanya sekitar 20 persen. Sisanya adalah didikan orang tua.''
Strategi orang tua dalam mewujudkan kemampuan mengasuh cukup beragam seperti meningkatkan keterampilan berkomunikasi melalui pendekatan sikap, sosial, keterampilan fisik motorik, agama (moral dan akhlak), serta kebiasaan hidup bersih dan sehat.
"Orang tua harus memiliki pengetahuan tentang tumbuh kembang anak, mengerti pola asuh yang baik bagi anak, dan memiliki waktu berkualitas bagi anak," kata Iin.

Label: , , ,

Sebuah hadis riwayat dari Ibnu Majah dan Ibnu Hibban mengisahkan, suatu saat seorang lelaki dari Bani Salamah mendatangi Rasulullah SAW. Lelaki itu bertanya, apakah ia masih memiliki kesempatan untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya yang telah tiada.

Rasul menjelaskan, berbakti kepada keduanya tak terbatas waktu. Selama hayat masih di kandung badan, seorang anak bisa berbakti kepada bapak dan ibunya. Bakti itu bisa berupa mendoakan keduanya, memintakan ampun, menyambung silaturahim kerabat-kerabatnya, serta memuliakan teman-temannya.

Karena itulah, kata Ketua Majelis As Shalihin, Ustaz Muhammad Saleh Hasan, tidak ada pemberhentian akhir untuk pengabdian kepada kedua orang tua selama anak masih hidup. Meskipun keduanya sudah meninggal dunia, anak tetap harus berbuat baik untuk keduanya.

Perbuatan baik bisa berupa amal saleh ataupun mendoakan keduanya sepanjang hayat. “Namanya anak, harus terus berbuat baik untuk kedua orang tua,” ujarnya kepada Republika, Rabu (20/3).

Menurutnya, birrul walidain tidak mengenal masa. Selama orang tua masih hidup, anak diharuskan menjaga ayah dan ibunya. Apa yang keduanya butuhkan hendaknya dipenuhi oleh anak-anaknya.

Banyak bentuk bakti kepada orang tua saat mereka masih hidup, di antaranya dengan mengunjunginya, tidak menyakitinya dengan kata-kata dan perbuatan. Anak selalu mendoakannya dan berkewajiban memberikan nafkah atau memberikan jaminan fasilitas kehidupan bila keduanya termasuk kategori fakir miskin.

Ada dua syarat kewajiban anak dalam memberi nafkah kepada kedua orang tuanya. Pertama, bila kedua orang tuanya termasuk kategori fakir miskin. Kedua, jika anak memiliki kelapangan rezeki dan berkemampuan dalam memberikan nafkah tersebut. Jadi, ketika seorang anak memiliki kemampuan finansial yang memadai dan orang tuanya termasuk kategori fakir msikin, dia wajib memberikan nafkah kepada kedua orang tuanya. Nafkah yang diberikan kepada orang tuanya adalah sebuah kewajiban.

Jika keduanya sudah meninggal, anak bisa tetap berbuat baik untuk orang tuanya. Anak bisa mendoakan dan memohonkan ampun, melaksanakan pesan-pesannya, menjaga tali persaudaraan atau silaturahim dengan keluarga ayah atau ibunya, dan berbuat baik kepada teman-temannya.

Rasulullah pernah bersabda, dari Abdullah bin Abbas RA bahwa Saad bin Ubadah ibunya meninggal dunia ketika ia tidak ada di tempat, lalu ia datang kepada Nabi Muhammad SAW untuk bertanya. "Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal sedang saya tidak ada di tempat, apakah jika saya bersedekah untuknya bermanfaat baginya?” Rasul menjawab: "Ya." Saad berkata: "Saksikanlah bahwa kebunku yang banyak buahnya aku sedekahkan untuknya." (HR Muslim).

Menurutnya, pahala menjadi hak orang yang beramal. Jika dia menghadiahkan kepada orang tuanya atau saudaranya yang Muslim, hal itu tidak ada halangan sebagaimana tidak dilarang menghadiahkan harta untuk orang lain di waktu hidupnya dan membebaskan utang setelah wafatnya. Allah memberikan banyak peluang untuk berbuat baik kepada orang tua atau saudara Muslim lainnya walaupun mereka sudah meninggal dunia.

Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Arqom, Jember, Jawa Timur, KH Izzat Fahd, menyatakan, anak harus mematuhi apa pun yang diperintahkan kedua orang tua. Namun, jika orang tua memerintahkan kemaksiatan, anak harus menolaknya dengan bijaksana. "Tetap tidak boleh menghardik atau mengeluarkan kata-kata kotor kepada keduanya," papar Izzat.

Dia menyatakan, hal seperti ini adalah fakta bahwa etika di dalam Islam sangat diperhatikan. Dalam hal bersikap kepada orang tua pun diatur dalam ajaran agama. "Ini bentuk Islam sebagai agama yang sempurna," ujar Izzat menjelaskan. 

Label: , , ,

30 April 2013

Kenapa Hidup Ini semua terlihat jahat?

Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk berlapang dada. Jika kita harus marahpun tidak boleh mendendam. Inilah obat kesejukan hati, penghantar keindahan hidup dalam kebersamaan. Hati yang pendendam akan selalu tersiksa. Selama ia masih hidup bersama dengan sesamanya maka ia akan selalu menemukan kesalahan. Karena manusia adalah makhluk yang bisa bersalah.

Sahabatku, diceritakan ada seseorang yang mengeluhkan  rasa sakit di  setiap bagian tubuhnya apabila disentuh oleh jari telunjuknya. Dan Ia pun berusaha untuk  mengobati rasa sakitnya . Namun  sakit itupun tidak kunjung sembuh . Sekujur tubuhnya masih saja terasa sakit jika disentuh  oleh jari telunjuknya.

Sungguh orang tersebut tidaklah akan pernah menemukan obat jika ternyata yang di periksakan ke dokter adalah hanya bagian tubuh yang disentuh oleh jari telunjuknya saja. Sementara ia melupakan jari telunjuknya, yang justru merupakan sumber dari sakit itu sendiri.

Perumpamaan diatas adalah sebuah gambaran tentang sikap hati yang penuh dendam dan kedengkian. Ia akan sulit hidup didalam sebuah kebersamaan. Dalam pandangannya semua orang seolah-olah memusuhinya dan tidak ada yang benar. Padahal yang menjadikan orang lain menjadi tidak baik dalam pandangannya adalah karena hatinya sendiri yang telah kotor.

Hati yang akan mudah tersinggung dan mendendam. Jika ada yang berbuat salah kepadanya akan selalu di ingat dan di simpan di dalam hatinya. Bahkan untuk seseorang yang secara tidak sengaja melakukan kesalahan kepadanya, maka sudah harga mati baginya untuk dicap sebagai  penjahat .

Ia adalah jari yang sakit, disaat bersentuhan dengan anggota yang sehat akan merasa sakit .Dan tidak akan bisa sembuh kecuali jari itu sendiri yang harus di obati.

Menyadari penyakit dendam didalam hatinya adalah langkah pertama menuju kesembuhan. Kemudian berlatih melihat orang lain dengan mata "husnudzon " serta melihat sisi positifnya. Dan juga menghidari membicarakan dan mendengar kejelekan orang lain .

Ada  cara yang amat penting untuk menghancurkan dendam dan kebencian ini, yaitu memberi hadiah seperti yang pernah diajarkan oleh Rasulullah SAW.  Seberat apapun jika kita marah kepada seseorang atau mendendamnya  maka berusahalah untuk bisa memberi hadiah untuk mengurangi rasa sakit di dalam hati. " Tahaadhuu tahaabbuu " salinglah engkau memberi hadiah niscaya engkau akan saling mencintai !

Cara yang lain yang juga amat penting untuk mengobati hati yang sakit ini adalah mendoakan orang yang kita dendami dengan do'a-do'a yang baik dan menghindari  mendoakannya dengan do'a yang jelek. Sebab, sungguh do'a jelek yang dipanjatkan untuk orang yang didendami tidaklah memberi arti positif bagi yang berdo'a dan yang dido'akan. Bahkan penyakit dendam akan semakin subur di hati orang yang mudah mendo'akan orang lain dengan do'a-do'a yang jelek. Jika do'a itu di kabul akan menjadikan orang yang di do'akan semakin tidak baik, dan sangat mungkin yang berdo'a ini akan menuai kejahatan baru dari orang yang di doakan. Juga disabdakan oleh Rasulullah saw bahwa do’a jelek yang dipanjatkan akan di kembalikan kepada yang mendoakan itu sendiri

Akan tetapi jika do'a baik dipanjatkan, maka di samping hati kita akan semakin bersih ternyata ada janji dari Allah SWT, bahwa Allah SWT akan terlebih dahulu memberi kepada orang yang telah mendoakan sesuai doa yang di panjatkan dibandingkan dengan yang didoakan. Subhanallah…..

Dan setelah itu, untuk mengetahui apakah masih ada dendam di dalam hati kita  atau tidak? Tengoklah ke dalam hati kita masing-masing! Setalah kita berdoa sudahkah kita bisa dengan penuh kelegaan mendoakan orang-orang yang bermasalah dengan kita dengan doa yang baik? Jika belum bisa, nyatakanlah dengan pasti bahwa hati kita masih kotor.

Label: , , , , , , , , ,

04 April 2013


  
Investasi Ilmu Lebih Penting dibanding Investasi Harta

Investasi ilmu itu jauh lebih menguntungkan dibandingkan investasi harta, kenapa bisa demikian?. Mari kita sedikit bahas disini.

Deskripsi mudahnya adalah kita lihat negara Jepang, negara itu pernah mengalami keterpurukan puluhan tahun semenjak negaranya di bom atom, sumber daya alamnya sangat terbatas namun masyarakatnya tidak pernah mau menyerah. Strategi mereka adalah investasi ilmu jauh lebih penting dibandingkan harta. Hasilnya bisa kita lihat sekarang, bahkan di Indonesia produk-produk negara Jepang membanjir disini, Infrastruktur jalan raya, automotif dan lain-lain semuanya buatan Jepang, selain harganya ekonomis dan juga teknologinya canggih bisa dirasakan manfaatnya dikalangan ekonomi kelas ekonomi kebawah. Baiklah sebenarnya apa saja sih kelebihan investasi ilmu dibanding investasi harta.

Fakta menunjukan investasi ilmu jauh lebih penting dibandingkan investasi harta.

1.  Pernah dengar anak yang mendapatkan harta warisan besar dari orang tuanya, anak itu tidak cukup ilmu untuk mengelolanya, alhasil hartanya habis entah kemana. Tetapi sebaliknya ada anak dari keluarga miskin tetapi begitu giatnya menuntut ilmu hingga kemudian hari begitu banyak memiliki harta karena punya banyak ilmu yang bisa mendatangkan harta.
2. Ilmu itu warisan para nabi/ulama, sedang harta warisan para raja. Coba hitung berapa banyak para pahlawan di Indonesia yang dikenang sampai sekarang karena jasanya menyebarkan kemanfaatan ilmunya atau mengajarkan ilmunya kepada masyarakat.
3. Kita pernah dengar yang namanya korupsi ilmu, orang yang korupsi ilmu masih kedengaran aneh ditelinga kita, karena yang namanya ilmu itu hanya dipertanggungjawabkan untuk apa ia digunakan dan tidak pernah ditanyakan dari mana ia memperolehnya, sedangkan korupsi harta kita dengarkan banyak sekali di masyarakat sekarang. harta itu ditanya darimana dapatnya dan untuk apa dibelanjakannya.
4. Kita bisa bayangkan kalau banyak harta, pasti bingung menyimpanya, hati was-was karena takut hilang, apalagi harta yang didapat dari hasil korupsi bingung mau disimpan dimana. Sedangkan kalau banyak ilmu malah tidak repot karena ia disimpan di kepala kita, semakin kita amalkan/ajarkan semaikn bertambah ilmu kita (tidak takut kehilangan ilmunya malah semakin menambah keyakinannya akan ilmu)
5. Untuk menjadi pengusaha sukses harus punya kemauan kuat untuk terus belajar, demi pengembangan usahanya tak sedikit buktinya seminar-seminar kewirausahaan walaupun tiketnya mahal masih laris manis dibeli dan masih tinggi peminatnya. Karena mereka tahu betapa pentingnya investasi ilmu.

Jadi marilah kita mencari ilmu sebanyak mungkin, harta yang ada kita gunakan untuk menuntut ilmu, bukan malah sebaliknya menggunakan ilmu untuk mencari harta. Tindakan itu kurang tepat karena nilai ilmu tak sebanding dengan harta. Singkatnya begini " kita gunakan ilmu sehingga kita bisa menjadi manusia bermanfaat maka secara otomatis harta datang mengikuti sebagai bekal untuk menebar kemanfaatan".

Saya jadi teringat dengan pesan Allah SWT dalam Al-Quran : "Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Q.S Al-Mujadillah :11)

Mungkin anda punya pendapat lain, mari kita diskusi disini.

Label: , , , , , , , , ,

27 Mei 2012

 Adab Belajar Menurut Islam


REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Muhbib Abdul Wahab
Hakikat hidup adalah belajar. Hakikat belajar adalah proses transformasi diri menuju peningkatan kapasitas intelektual, keluhuran moral, kedalaman spiritual, kecerdasan sosial, keberkahan profesional, dan perubahan sosial menuju khaira ummah (umat terbaik). Dengan belajar, manusia bisa hidup bermartabat dan membangun peradaban yang bersendikan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan.

Perintah Allah SWT yang pertama kepada Nabi Muhammad SAW adalah membaca. (QS al-Alaq [96]:1-6). Perintah ini sangat penting karena inti belajar adalah membaca. Tidak ada proses pembelajaran yang tidak melibatkan aktivitas pembacaan. Dalam Islam, belajar adalah ibadah. "Menuntut ilmu itu (belajar) wajib bagi Muslim dan Muslimah." (HR Muslim).

Perintah membaca tersebut sarat dengan adab (etika) mulia. Tidak semua membaca itu disebut belajar atau mencari ilmu. Alquran mula-mula mengaitkan perintah membaca dengan bismi rabbik (atas nama Tuhanmu). Artinya, adab belajar mengharuskan pelajar untuk meneguhkan niat yang ikhlas karena semata-mata mengharap ridha Allah SWT, agar ilmu yang diperoleh membuahkan keberkahan dan memberi manfaat bagi orang lain.

Imam Syafi’i (150- 204 H) pernah “curhat” kepada gurunya, Waqi’ mengenai hafalannya yang buruk. Sang guru menasihatinya agar meninggalkan maksiat. Kata sang guru, ilmu itu cahaya, dan cahaya Allah itu tidak akan diberikan kepada orang yang berbuat maksiat. Dengan demikian, belajar harus jauh dari perbuatan maksiat agar apa yang dipelajari menjadi “cahaya” yang dapat menerangi jalan hidup si pembelajar.

Selain bismi rabbik dan menjauhi maksiat, pelajar juga harus senantiasa berperilaku yang baik (husnul adab), rajin, tekun, rendah hati, dan selalu mengamalkan ilmunya. “Ilmu yang tidak diamalkan itu bagaikan pohon yang tidak berbuah.”

Imam Syafi’i juga menegaskan bahwa ilmu itu bukan yang dihafal dalam pikiran, tetapi yang bermanfaat dalam perbuatan. Sabda Nabi SAW, “Siapa yang bertambah ilmunya, tetapi tidak bertambah petunjuknya (amalnya tidak semakin baik), maka ia hanya akan semakin jauh dari Allah.” (HR ad-Darimi).

Belajar menuntut optimalisasi kecerdasan, kesungguhan, ketekunan, dan kesabaran karena belajar itu bukan merupakan proses yang instan, (langsung berilmu) tetapi memerlukan kerja ikhlas, keras, dan cerdas.

Imam Syafi’i, pernah bersyair, “Engkau tidak akan memperoleh ilmu kecuali terpenuhinya enam hal, yaitu: kecerdasan, antusiasme (kesungguhan), kesabaran, bekal yang cukup, bimbingan guru, dan waktu yang lama.”

Jadi, belajar itu bukan sekadar datang ke sekolah atau kampus untuk mendengar dan mencatat apa yang disampaikan guru, melainkan juga berusaha mengembangkan pemikiran, pengetahuan, kepribadian, moralitas, dan profesionalitas.

Karena belajar itu ibadah, maka menurut Imam Ja’far as-Shadiq, belajar itu harus dimulai dengan thaharah (pembersihan diri) dan berwudhu agar terhindar dari godaan setan. Adab lainnya adalah menghormati guru dan ulama. Seorang pelajar juga dianjurkan untuk berlapang dada (toleran) dalam menghadapi perbedaan pendapat dan pemikiran. Wallahu a’lam
Redaktur: Heri Ruslan

Label: , , ,

02 Mei 2012

Ustadz Yang Rendah Hati

Diskusi sama Ustadz satu ini, yang tidak mau disebutkan namanya memang tidak akan pernah habis mengupas ilmu agama dari beliau, padahal beliau tahfidz Qur'an dan temannya  sekarang dua orang  masih tinggal di Mekah menjadi syech disana, beliau memang sosok yang rendah hati, tidak mau dikenal media apapun. Maka dari itu beliau selalu pindah-pindah tempat, karena khawatir dikultuskan. Murid beliau yang sudah meninggal KH. Zainuddin MZ, Qori' Internasional juga salah satu murid beliau yaitu Muamar ZA, Sri Sulthan Hamengku Buwono juga teman beliau di kala kecil.

Yang saya kagumi dari beliau adalah kerendah hatian dan kehati-hatian dalam berbicara, beliau kalau bicara tidak panjang lebar, tapi serius dan bisa santai. Beliau pernah menjabat di MUI tetapi keluar karena tidak betah dengan sistem yang ada di dalamnya. beliau pernah ditawari untuk menjadi Imam tetap selama bulan ramadhan  di Masjid perusahaan Astra International tetapi kemudian beliau menolaknya.

Bisa dibilang muridnya ada dimana-mana, dan karya beliau sebenarnya banyak tetapi saking wara' nya sehingga sangat hati-hati dalam bicara. Islamic Center pertama di Islamic Village Karawaci yang pernah beliau kembangkan, lalu bermunculan Islamic Center yang ada di tempat lain seperti di Perumahan Citra Raya Cikupa, Islamic Center di Bekasi dan yang baru Islamic Center yang di Pamulang. hampir bisa dipastikan beliau kalau menurut saya kenapa bisa berpindah-pindah tempat ternyata dalam rangka membendung pemahaman islam yang salah, karena kondisi sekarang banyak faham atau aliran yang salah mempersefsikan Islam. ada faham Wahabi, Salafi, dan lain-lain yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu karena dikhawatirkan bisa menimbulkan konflik.

Kalau menurut saya, Ustadz yang tidak mau disebutkan namanya tadi, ada kesamaan dengan Hujjatul Islam Imam Abu hamid Al-Ghazali, yang hidupnya pernah duduk di pemerintahan menjadi Qadhi (Hakim) yang memutuskan perkara hukum, kemudian hidup keluar berpindah-pindah tempat. Alasannya bisa jadi melihat banyak penyelewangan dan ketidakadilan di kekhalifahan pada masa itu.
Beliau kemudian lebih memilih uzlah dan menghasilkan karya besar berupa kitab-kitab yang beliau tulis termasuk kitab "al ikhya ulummuddin".

Berbeda dengan banyak ustadz muda yang sekarang muncul di tv, hidupnya glamour, memamerkan harta atau jama'ahnya. giliran ditinggal jamaahnya kecewa, sungguh sayang fenomena itu terjadi di negeri ini yang mayoritas penduduknya muslim tapi yang terjadi nilai-nilai keislamannya tidak aplikatif/membumi dalam hidupnya sehari-hari.

Semoga kita bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian.

Salam,
Bang Udin

Label: ,

12 November 2011


Sedekah membuat kita kaya, Luar Biasa

Subhanalloh, semenjak mempraktekan sedekah, ditambah dengan memperbanyak silaturahim, sholat hajat, dhuha, tahajjud, puasa sunah senin kamis dan tadarus Al-Quran selama setahun bisa membuat saya sejahtera. Betapa tidak, karena 2 bulan belakangan ini saya sedang membangun rumah di Ciledug, belum lagi rumah yang sudah saya ambil di daerah Cisauk, Serpong. Memang Allah SWT janjinya benar bahwa dengan sedekah bisa membuat kaya, selain itu yang bisa membuat kita kaya adalah menyegerakan menikah, ternyata dengan menikah bukan menjadi miskin kita melainkan Allah SWT mensejahterakan kita.

Awalnya memang saya ragu untuk mempraktekan, padahal kita muslim dan punya pegangan kitab suci AL-Quran, masa tidak percaya dengan janji Allah SWT, kalau janji manusia sih banyak bohongnya, kalau Allah SWT sudah berjanji maka yang terjadi adalah terjadi. Sungguh luar biasa sedekah manfaatnya.

Begitu juga apa yang pernah saya baca buku karangan mas Ipho Santoso yang judulnya " 7 Keajaiban Rejeki" sungguh dahsyat pengaruhnya. tapi saya bukan promosi loh mengenai bukunya, tapi yang saya promosiin sedekahnya loh, bukan bukunya mas Ipho Santoso. Kalau Allah SWT sudah ridho dengan kita maka apapun perkataan, perbuatan kita langsung di jawab sama Allah SWT..
Seperti jaminan Allah SWT kepada hambaNya yang ikhlas, seorang waliyullah yang apabila berbicara maka didengarkan.

Semoga tulisan ini bukan sekedar pamer/riya melainkan supaya mengajak kepada kita semua untuk mempraktekan sedekah, kalau umat muslim rajin sedekah, saling ta'awun maka sedikit orang yang miskin, yang kesusahan. Karena semua sudah terbantu solusinya lewat sedekah.

Label: , , , ,

06 Juli 2011

Kegundahan Hati

Ditengah kegundahan hati, masihkah anda mampu memberikan senyuman yang termanis sekalipun untuk orang yang paling anda benci? Masihkah anda mampu memberikan senyuman yang termanis sekalipun orang itu musuh besar anda? Sesungguhnya kebencian dan kecintaan kita terhadap seseorang adalah satu ruang yang berbeda tempat. Bila Wajah kebencian juga wajah kecintaan. Wajah kecintaan juga wajah kebencian. Jadi, untuk apa membenci jika satu saat anda mencintai? untuk apa anda mencintai jika satu saat anda membenci?

Kenapa tidak anda berikan senyuman yang termanis yang anda miliki untuk semua orang. Orang yang anda cintai maupun yang orang yang anda benci, sebab senyuman itu akan melepaskan sekat-sekat kebencian dan kecintaan. Senyuman akan meluluhkan hati yang keras bagai batu. Senyuman juga yang menyelamatkan diri anda dari segala mara bahaya.

Sudah saatnya kita bergandeng tangan untuk dunia yang satu. Dunia yang tiada kebencian terhadap sesama. Dunia yang tidak lagi menggunakan kekerasan sebagai jalan hidupnya. Dunia yang dipenuhi dengan orang-orang yang selalu menyebarkan senyuman yang termanis yang dimilikinya. Dunia yang hanya mengenal cinta dan kasih sayang pada sesama. Itulah dunia anda dan saya.

Label:

28 November 2009


Bekam Buat Emakku

Hari ini saya membawa ibu ke klinik sehat.com yang berlokasi di Jl. Rawa Buntu Raya, Taman Tekno No.64 Serpong. sudah hampir empat tahun ibu menderita asam urat dan rematik, kebetulan saya sudah menjadi member kliniksehat dan semoga kliniksehat menyebarluaskan jaringan dan mensosialisasikan kedokteran islam yang insya Alloh sesuai tuntunan Al-Quran dan Hadits,

Rencana kedepan kami sebagai klinik hati yang sebenarnya pengalaman pribadi bisa menyembuhkan dengan terapi pendekatan IEFT (Islamic Emotional Freedom Technique) yang selama ini saya jalani, adapun resep Al-Quran dan Hadits mengenai terapi tersebut mengacu kepada :
Pertama, Q.S As-syu'ara : 80 yang berbunyi "Dan apabila aku sakit, dialah (Alloh SWT) yang menyembuhkan aku"
Kedua, HR Muslim :" Setiap penyakit ada obatnya......................"

(Do'a untuk Emak)
Emak, semoga sembuh karena kesembuhan itu dari Alloh SWT. kesehatan dan hubungan yang baik dengan sesama merupakan kekayaan yang tak ternilai harganya. semoga Alloh SWT menjaga, melindungi dan memberikan kesembuhan buat emak.
Emak, maafkan aku yang selama ini tidak pernah memperhatikan kesehatan emak, namun do'aku setiap ba'da sholat selalu menyertaimu..."robbigfirli waliwaalidayya warhamhuma kamaa robbayani shogiro" amiin

Label: